4.0 stars based on 35 reviews Prep time: 30 min Cook time: 1 hourTotal time: 1 hour 30 min Yield: 1 9" pie (8 servings)

Kelinci Lahir Tanpa Telinga di Fukushima Jepang

Kelinci tanpa telinga itu ditemukan akhir bulan silam persis di luar zona bahaya yang beradius 30 kilometer dari reaktor nuklir Fukushima.Pemerintah Jepang sendiri telah melarang warga di zona bahaya untuk keluar rumah dan mereka diminta untuk tidak menggunakan penyejuk ruangan dan minum air tanah,Tidak cukup sampai di situ,mereka juga menarik seluruh teh yang dihasilkan pabrik terbesar di Kota Shizuoka.Teh yang ditanam di empat provinsi–Chiba,Ibaraki,Kanagawa,dan Tochigi–juga dilarang beredar.Bahaya radiasi nuklir di Fukushima Jepang mulai menakuti masyarakat dunia.Dengan adanya kejadian ini,masyarakat Jepang khususnya semakin percaya bahwa pencemaran nuklir di daerah Fukushima itu menyebabkan kelinci tersebut tak bertelinga.Keterangan beberapa ahli,mempercayai binatang ini lahir cacat sebagai akibat dari kebocoran zat radioaktif dari tanaman.
Tingkat radiasi yang terjadi pada bencana tersebut diperkirakan dua kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya.Pada tahun 2008 seekor kelinci tanpa telinga juga lahir di Inggris.Kelinci dengan nama Van Gogh tersebut cacat karena faktor genetika.
Rekaman video berjudul Kelinci Lahir Tanpa Telinga itu mendapat perhatian luas setelah diunggah ke situs Youtube.
Warung Bebas
Anda sedang membaca artikel tentang Kelinci Lahir Tanpa Telinga di Fukushima Jepang dan Anda bisa menemukan artikel Kelinci Lahir Tanpa Telinga di Fukushima Jepang ini dengan URL http://marindajaya.blogspot.com/2011/06/kelinci-lahir-tanpa-telinga-di.html, Anda boleh menyebarluaskannya atau meng-copypaste-nya jika artikel Kelinci Lahir Tanpa Telinga di Fukushima Jepang ini bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Kelinci Lahir Tanpa Telinga di Fukushima Jepang sebagai sumbernya.

4 komentar:

pepepmengatakan...

kalo itu memang akibat radiasi nuklir. Jadi inget lagunya Iwan Fals "...aku tidak anti teknologi, tapi aku lebih percaya pada hati ...".
Tapi mudah2an itu murni hanya kelainan genetik, jadi kita hidup tenang tanpa mengenal yang namanya radiasi.

salam sobat

Marinda Jayamengatakan...

he..he..he..bisa aja sobat ini,iya sob mudah2an hanya kelainan genetik saja.terimakasih atas komentarnya.

Wisata Murahmengatakan...

mahasuci ALLOH yang Maha membentuk segala rupa... wah unik juga ne sob..radiasi sampai berdampak segitunya ya.. sori ne gi jarang ol....?

Marinda Jayamengatakan...

@Wisata Murah
memang benar sob.ya mudah2an itu bukan dari dampak dari radiasi.

iya gak pa2 sob yang penting masih bisa update.he..he..he..

Posting Komentar

MOHON MAAF

Link Hidup/komentar akan di hapus Atau di saring(tidak di tampilkan)

 
© Copyright Marinda Jaya 2010 | Privasi | Sitemap | Blogger | Google|