4.0 stars based on 35 reviews Prep time: 30 min Cook time: 1 hourTotal time: 1 hour 30 min Yield: 1 9" pie (8 servings)

Bencana Kedua Arema di Wamena

Belum bangun dari keterpurukansetelah dihantam Persipura Jayapura 6-1, AremaFC harus menghadapi laga tak kalah berat. Kamis(10/3) besok, Singo Edan harus meladeni PersiwaWamena di Stadion Pendidikan, Wamena.

Jelas pertarungan super sulit karena Persiwa baru saja membuktikan keperkasaannya dengan menjungkalkan Persijap Jepara 3-1. Itu ditambah kerusakan mental sangat berat yang diderita tim kebanggaan Aremania setelah kalah setengah lusin gol di Stadion Mandala.

Sudah begitu, janji manajemen Arema membayar gaji pemain pada Selasa (8/3) belum ada sinyal menjadi kenyataan. Manajemen masih bungkam seribu bahasa terkait pembayaran gaji. Yang pasti, menurut sumber dari internal tim, belum ada transfer gaji hingga naskah ini diketik.

"Sama sekali belum ada transfer atau kabar pembayaran gaji," ucap sumber itu lewat sambungan telepon. Pertanda bakal ada bencana kedua di Wamena? Kemungkinan ke arah sana sangat terbuka. Kondisi yang secara nyata sangat tidak menguntungkan bagi Arema.

Pertanda buruk juga muncul dengan absennya kiper Ahmad Kurniawan yang diganjar kartu merah kala menghadapi Persipura. Sedangkan kiper kedua Syaifudin telah menjalani debutnya secara mengerikan karena dibolongi lima gol oleh Boaz Solossa dan kawan-kawan.

Manager-Coach Arema Miroslav Janu tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Dirinya ingin anak asuhnya bangkit dari keterpurukan. Namun jika manajemen belum memenuhi kewajibannya membayar gaji, dirinya tak bisa berbuat banyak.

"Beginilah kondisinya. Seharusnya kita bangkit setelah kalah. Tapi mau bagaimana lagi," kata Miro. Secara pribadi ia mengaku sangat terpukul dengan kekalahan 6-1 yang bahkan belum pernah terlintas di otaknya sejak menangani Arema.

Diakuinya Arema semakin sulit bersaing memperebutkan puncak klasemen dengan kekalahan itu. Apalagi jika kondisi finansial belum ditemukan solusinya, maka kondisi lebih buruk bakal terus menghantui tim yang berdiri 1987 itu.

Kekalahan dengan skor 6-1 terakhir kali diderita Arema kala menghadapi Persebaya Surabaya pada 1997 sewaktu masih bernama Divisi Utama. Menariknya, kala itu Persebaya masih diperkuat Jacksen F Tiago yang kini melatih Persipura.

Sementara, keuntungan jelas menjadi milik Persiwa yang sejak semula bertekad membalas kekalahan di Stadion Kanjuruhan di penghujung putaran pertama lalu. Pelatih Persiwa Suharno optimistis timnya bisa mengatasi perlawan Arema jika melihat kondisi calon lawan.

"Tim mana pun tak akan mudah bermain dengan kondisi seperti yang dialami Arema. Semoga ini bisa menjadi keuntungan bagi kita," tutur Suharno via telepon. Namun dirinya memperingatkan tim agar tetap bermain penuh semangat.

Ia ingin timnya tampil seolah-olah tidak ada persoalan yang menimpa Arema. Mantan pelatih Arema Malang dan Deltras Sidoarjo tersebut menginginkan tim bermain seperti menjamu Persijap Jepara sebelumnya. Ngotot dan percaya diri memenangi laga.
Anda sedang membaca artikel tentang Bencana Kedua Arema di Wamena dan Anda bisa menemukan artikel Bencana Kedua Arema di Wamena ini dengan URL http://marindajaya.blogspot.com/2011/03/bencana-kedua-arema-di-wamena.html, Anda boleh menyebarluaskannya atau meng-copypaste-nya jika artikel Bencana Kedua Arema di Wamena ini bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Bencana Kedua Arema di Wamena sebagai sumbernya.

0 komentar:

Posting Komentar

MOHON MAAF

Link Hidup/komentar akan di hapus Atau di saring(tidak di tampilkan)

 
© Copyright Marinda Jaya 2010 | Privasi | Sitemap | Blogger | Google|